My Name : Tentang Panasea dan Aksara Mahari
Tujuh hari di tahun 2023.
Seminggu dengan beragam emosi, dari sangat termotivasi sampai pecah telor nangis-nangis bombai gara-gara AU yang brengseknya nggak ngotak. Alhamdulillah, 2023 diawali dengan semangat yang cukup positive vibes selama setahun terkahir. pandangan lebih optimis walaupun tau pasti ada hari-hari yang bakal gerimis tapi jangan sampai pemikiran itu bikin pesimis.
Hari ini kamu mungkin belum bisa menemukan semua jawaban atas segala tanya dibenak, tapi kamu selalu bersyukur dengan keberadaan 'sesuatu' yang bisa menjadi panaseamu. meski pun selamanya, eskapisme tetap menuntut nyata, kadang ia cukup, ada waktu-waktunya ia tidak. seperti tanya yang memeluk pemikiranmu beberapa hari ini yang dilantunkan Djenar Maesa Ayu dalam podcast youtube Sujiwo Tejo, "Kenapa spirit harus selalu jadi budak raga? kenapa setiap spirit dan ide harus selalu membutuhkan wadah yaitu wujud materi. apa yang ingin dibuktikan?"
Ah, kamu pun tidak tau jawabannya. bagaimana rupanya? selalu dan selalu. kenapa sih spirit harus membutuhkan wadah materi? sehingga lagi dan lagi kita nggak pernah hanya cukup dengan eskapisme belaka, tapi menuntut keberadaan yang bisa disentuh. maka kamu harus berjuang untuk mentransformasikan ketiadaan menjadi ada. mengubah spirit dan ide itu dalam alam kenyataan. you work on it, semoga panjang umur semangatmu, walau pun meski pernah mati, ia akan bangkit berkali-kali.
RM bilang, kamu nggak harus kok sehebat legend untuk memulai sesuatu, tapi kalau kamu punya suatu desire yang ngebuat kamu ngerasa bermakna dengan melakukannya, sesuatu yang kayak kamu bakal mati kalau nggak ngelakuin itu seumur hidup atau bakal nyesal, lakuin aja. hidup kita adalah salah satu yang terbaik.
kamu jadi punya kesadaran akhir-akhir ini, kamu jadi nggak lagi mempertanyakan banyak hal atas cara hidup orang lain, atau langkah yang mereka ambil, kadang-kadang kamu mengapresiasi mereka dengan binar mata yang cemerlang, semua orang punya satu hal, satu hobi, satu keinginan yang ngebuat mereka ngerasa ada, ngebuat mereka ngerasa bermakna, atau bahkan ngebuat mereka survive dengan ngelakuin hal itu. bukankah semua orang minimal harus punya satu alasan kenapa mereka mesti bertahan di dunia ini?
kadang hidup bukan sesuatu yang mudah, ada hari-hari kelabu memeluk kita. hidup nggak selalu nunggu kita siap untuk ngasi jentaka, nggak peduli seangkara apa luka yang pernah atau sedang kita tanggung, dan nggak ada pemeran pengganti untuk kita menjalani peran di skenario takdir kita masing-masing. takdir selalu menemukan jalannya, bahkan berbagai jalan menghindari takdir adalah takdir itu sendiri. banyak hal yang nggak harus digapapain. banyak hal yang harus diterima gitu aja dengan menepuk bahu sendiri.
dan yang paling kamu love, love, love banget minggu ini adalah kamu berkenalan dengan mahika. walaupun belum seluruhnya, tapi setidaknya kamu jadi tau sedikit tentang kisahnya Aksara Mahari. sumpah, sumpah, kenapa ada sih orang sehebat author seokjinjuseyyo? apa yang dia lalui sampai bisa menguraikan segala luka, segala patah, segala asa, segala trauma, segala takut dengan sebegitu apiknya? novel itu bagi kamu seperti kotak pandora semua orang, inner child, trauma, konflik batin, semuanya kayak dibuka gitu aja dan kerennya melalui alegori karakter itu lengkap dengan cara berdamai. satu-satunya karya yang membekas bukan hanya dikepala tapi sesaknya tertinggal dihatimu lengkap dengan berbagai filsafat tanya, mengkaji dirimu untuk terus mengobati diri sendiri, menerima dan berdamai dengan segalanya untuk kehidupan dan keputusan lebih baik kedepannya.
memang ya, nggak ada yang namanya kebetulan di semesta ini. kalau terlalu banyak kebetulan terjadi ia merupakan tanda-tanda, ada yang ingin ditunjukkan , da yang ingin dibuktikan, dan kamu selalu percaya akan konsep rahasia, teka-teki, dan misteri. semuanya bersatu dalam samsara.
tinggal menunggu saja, "Apa yang ingin dibuktikan? bagaimana rupanya?"
7 Desember 2023
Komentar