Perspective : Sejenak


Assalamu'alaikum ges!

Catatan ini teruntuk diriku dan dirimu. Tentang kita. Waktu boleh saja berlalu, meninggalkan kita tanpa kata. Namun, apa yang tertulis akan abadi begitu juga pertanggungjawabannya.

Ini adalah malam yang mulia. Dimana keadaan kita semua benar-benar terperangkap plot-twist takdir yang satu orangpun diantara kita tidak dapat meramalkannya. Sehingga semuanya berubah dan kita pontang-panting untuk beradaptasi, agar tak terdiskualifikasi dari seleksi alam yang menyesakkan ini.

Yang ingin aku sampaikan untuk diriku dan dirimu adalah sesederhana kata ; jangan!

Jangan!

Jangan sayangku..

Teruntuk diriku dan dirimu yang ku cinta dengan segenap kemanusiaan..

Jangan terlalu banyak meminta..

Jangan terlalu menginginkannya..

Meski mata mu tertaut pada gemerlap dunia..

Meski hatimu merajam merana di tengah dunia yang seakan meninggalkanmu dalam keterisolasian..

Meski dunia dan segala keindahan membutakan matamu serupa orang buta baru menatap matahari..

Itu hanya was was syaitan

Dunia..

Adalah nama lain dari gurun
Dan keindahan di dalamnya ibarat fatamorgana..


Semakin kau kejar semakin ia mmeninggalkanmu..

Bila kau mendapatkan satu, maka kau jadi berhasrat mendapatkan yang lain..

Dan itu manusiawi..semua dari kita menghadapinya.

Tapi, hanya menjadi manusia yang mengandalkan sifat manusiawi itu rugi..

Hanya manusia beriman, merekalah yang beruntung.

Why?

Karena tidak semua hal manusiawi itu baik, right? Manusia tercipta dengan iblis dan malaikat dalam dirinya. Misalnya memiliki nafsu, jika diperturutkan tanpa pemikiran dan hati yang jernih hanya menjadikannya senilai binatang. Pilihan. Pada akhirnya, pilihan lah yang membedakan antara orang beruntung dan merugi besar.

Seperti juga uthopia, yang menarik hatimu. terlihat sepuluh langkah di depanmu. 

Namun, ketika kau kejar maka ia bertambah kembali sepuluh langkah. . 

Begitu seterusnya hingga kau tak sadar lagi berapa langkah yang kau ambil, berapa banyak waktu yang kau habiskan untuk mengejarnya, untuk meraihnya.. namun akhirnya.. miris.

Tak pernah kau gapai..

Kenapa?

Karena ia hanyalah fana..
Hanya tipu daya..
Hanya ilusi..
Apa yang dapat kau lakukan pada sesuatu yang pada dasarnya maya?
Apa yang dapat kau lakukan jika pada kenyataan menyelam terlalu jatuh dalam angan dan terjatuh terlalu dalam?


Dan jika kau sedang mengejar uthopia itu wahai diriku dan dirimu..

Sesungguhnya ia tidak akan pernah menemui akhir sebelum kau jatuh dalam jurang neraka.

Na'udzubillah!

Dan apabila kau mengejarnya dengan nafsu membara..
Ia hanya ingin menjerumuskan mu.
Ia hanya ingin menodai hatimu..
Tidak akan pernah ada habisnya, jika tak berhasil satu cara maka ia tidak kehabisan akal..


Akan selalu membuat jalan menuju Roma. Akan membisik dari segala sisi.  Akan mengambil kesempatan di setiap peluang sepersekian untuk meraih tanganmu, untuk membimbingnya, membawanya dalam kesesatan yang indah. Dosa yang begitu menggoda.

you know diriku dan dirimu , dunia hanyalah partikel semu yang fana. Bahwa yang kau anggap 'nyata' hanyalah tipuan belaka. Kau tidak akan pernah benar-benar menggenggamnya. Bahwa yang kau idamkan selamanya, hanya teror detik yang tidak akan pernah kau tau interval waktunya.

Hidup itu hanya sebentar..

Tak apa bersabar sedikit untuk menahan segalanya..Namun untuk kemenangan sejati di sisi-Nya
Demi melihat-Nya..
Yang katanya kau cintai.


Sabarlah wahai diriku dan dirimu...

Demi wajah terbaik ketika di hadapan-Nya

قٰلَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِى الْاَ رْضِ عَدَدَ سِنِيْنَ

qoola kam labistum fil-ardhi 'adada siniin


"Dia (Allah) berfirman, Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di Bumi?"
(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 112)


قَا لُوْا لَبِثْنَا يَوْمًا اَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَسْـئَـلِ الْعَآ دِّيْنَ

qooluu labisnaa yauman au ba'dho yaumin fas`alil-'aaaddiin


"Mereka menjawab, Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung."
(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 113)


قٰلَ اِنْ لَّبِثْـتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا لَّوْ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

qoola il labistum illaa qoliilal lau annakum kuntum ta'lamuun


"Dia (Allah) berfirman, Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui."
(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 114)


Sebentar. Hanya sebentar, tahanlah. Seburuk apapun keadaan yang kau hadapi hari ini. Mimpi yang terasa semakin jauh. Beban yang membelah diri menjadi semakin banyak. Kenyataan yang jauh dari harapan. Cinta yang ironi. Penderitaan yang seakan tiada ujung. 

Bisikan pada dirimu sendiri; tahanlah, buddy. Ini hanya sebentar!


14 Mei 2020

Komentar

Postingan Populer