Perspective : Sejenak

Sejak lama kukatakan padamu. Waktu itu tidak mau menunggu, waktu juga tidak peduli, pekerjaannya memanglah untuk terus berlari; meski kau tak siap, meski kau tak ingin, ia tetap melahap perlahan satu-satunya bumi yang kau miliki.

Kau yang naif, tersesat diantara dunia yang semakin kau tak mengerti, berkali-kali kau melihat bayangan dirimu di balik cermin berdebu itu, berkali-kali pula kau terheran dengan pantulan yang dipancarkannya.

Rupanya kau tak mengenal dirimu lagi.

Ya, waktu telah mengubah segalanya. sekarang kau dewasa, mau tak mau, setidaknya begitu orang-orang menganggapnya. Walaupun kau tidak. Kau belum siap untuk segala tentang baru, masih takut mengenai stigma sebagai 'orang dewasa' , kau.... Benar-benar tidak mengerti dengan semua sudut pandang baru ini.

Apapun yang terjadi, cintailah dirimu sendiri.

Mencintai diri sendiri adalah kata sederhana yang memiliki makna terdalam di usia ini.

Sesekali kau pandai berdamai dengannya, beberapa kali tidak.

Meski kau mengatakan : whatever, I don't care what people think, you don't, right?

Ada bagian dalam dirimu yang tetap berpikir keras, karena terperangkap dalam tubuh dewasa mu. Kau merasakan banyak ketakutan, kau mengkhawatirkan banyak hal tidak penting, kau cemas kala sendirian, malam-malam yang panjang kau susah tertidur.

At the end of the day kau juga sadar kalau semua itu tidak penting, kau hanya mencari alasan untuk membenci dirimu, membisikkan bahwa kau tak mampu, bahwa kau tak layak, bahwa kau menyedihkan diantara semuanya.

Terkadang, semua orang melakukannya.

Tapi , apa kau mengerti, diantara semuanya, itu dirimu, yang menyulitkan diri sendiri.

Jika ada sesuatu yang membebani hatimu, lepaskan dengan ungkapkan, lepaskan dengan tinggalkan, kau tidak harus melakukannya jika tak ingin.

Kau bisa menikmati hidupmu dengan cara yang benar-benar kau mau. Bukan yang orang lain ingin lihat.

Apa yang dianggap baik, bisa jadi buruk bagi kita, bukan?

Kau tidak harus memaksa dirimu. Semua yang bersinar tidak harus menjadi bintang yang terlihat di seluruh semesta.

Memang, di usia ini kau harus keras pada diri sendiri, demi menciptakan dunia yang melunak untuk dirimu sendiri, tapi, kalau hatimu terasa gusar dan galau, hidup mu sekelabu langit saat hujan bulan juni, jangan menyerah tapi istirahatlah sejenak. Abaikan waktu dan cintai dirimu.

Time is money, benar.

Tapi apa yang lebih penting selain dirimu?

Tidak akan ada yang memenggal mu untuk, take a seat and relax , bukan hanya tubuh, tapi mentalmu, pikiranmu juga butuh istirahat.

Meskipun itu sesuatu yang baik dan besar, tapi saat kau berkata tidak, kau punya hak jika hatimu tak bisa kau paksa untuk sejalan.

Bekerja keraslah pada sesuatu yang benar-benar kau inginkan.

Good luck, buddy ;)

Komentar

Postingan Populer