Euforia : Epiphany

 

Wanita yang terluka atas nama ''cinta" tidak salah, mereka hanya menjadi wanita.

Wanita yang mudah percaya, mudah tertipu dan mudah terjerat; tidak salah, mereka hanya menjadi wanita.

Bukankah Hawa adalah yang pertama percaya bujuk rayu iblis?


Oleh sebab itu kenapa tidak mengambil pelajaran?!!!!! Belajar dari sejarah Hawa, Tuhan sudah mengatakan berulang-ulang saking pentingnya di jadikan prinsip dan renungan, betapa mudahnya kita, kaum wanita tertipu, pada sesuatu yang jelas-jelas TERLARANG. jangan di dekati, jangan mencari pembenaran. Yang akhirnya malah berujung tragis!!!!!!!! 

Kenapa Tuhan menciptakan larangan? To protect you girls, you're special created by God. 


Tapi kenapa kamu meninggalkan Tuhan demi cinta seonggok hamba. Dapat di tebak akhirnya kehilangan diri sendiri. SAAT KAMU BERPALING DARI AJARAN TUHAN UNTUK MENJAGAMU, DI SAAT ITU PULA KAMU MENJADI SOMBONG MEMUTUSKAN SEGALANYA DENGAN KEKUATANMU, KAMU MENJADI BERIMAN KEPADA JANJI MANIS LELAKI YANG MEMPERDAYA FITRAHMU YANG LUGU DI BANDING PERCAYA PADA JANJI TUHAN?!!!!!!!!!!!! 


tapi sakit yang kamu rasa tentu tidak harus kamu nikmati sebagai karma, melainkan cambuk agar kamu harus kembali dan membenahi segalanya, terutama mengenai hubunganmu dengan Tuhan dan merubah mindsetmu untuk kembali berorientasi pada Tuhan. 


Aku bukan orang relegius atau semacamnya, aku mengenal diriku dan kalian mungkin mengenalnya. Tapi itu akhir dari segalanya; Tuhan. 


Tidak ada rumah selain Tuhan. At the end of the day, it is. 


Kembalilah dan jangan hancur. Percaya janji Allah. Tolong percaya pada Allah. 


Dan lelaki-lelaki yang memanfaatkan kelemahan wanita itu untuk mempermainkannya itu meniru tingkah iblis.

Mereka tidak pantas di sebut manusia karena jika seorang lelaki adalah manusia, maka ia akan beradab. Ia akan mengerti akal yang lebih 'bersih' dari wanita bisa untuk berpikir menjaganya lebih baik.

Lelaki yang masih manusia paham betul bahwasannya jika wanita yang tercipta dari tulang rusuk yang bengkok bukan di manfaatkan dan di mainkan fitrahnya yang perasa.

Aku semakin terpana dengan ajaran Islam yang mulia; yang mengajarkan memuliakan wanita. Bahwasannya akhlak mulia seorang lelaki yang sesungguhnya ialah ketika ia berbuat terbaik untuk Ibu, istri, anak perempuannya, semua wanita.

Namun, seperti koin yang memiliki dua sisi, aku bukan seorang feminis dan tidak paham betul apa itu feminis. Tapi, sangat ironis untuk di katakan era ini di mana globalisasi merajalela dengan teknologi yang super canggih masih mencetak wanita-wanita dungu.

Kalau bisa kuumumkan di seluruh semesta, tak bosan-bosan aku melontarkan, cerita cinderella sudah tidak populer lagi! Kebahagiaan tidak akan pernah sempurna hanya dengan menemukan seorang pria yang mencintaimu atau yang kamu cintai. Please, jangan menjadi crybaby.

Cinta itu abstrak, jangan bertaruh nasib atau berjudi dengannya, tolong buang semua doktrin disney dan berkaca dengan realita.

Cinta itu mudah sekali berubah, entah berpindah, usang oleh waktu, membeku karena keadaan yang tak sejalan.

Jangan pernah mengambil keputusan bodoh atas dasar cinta. Romeo dan Juliet bunuh diri karena cinta oleh sebab mereka belum bersama 24/7 dan mengarungi kehidupan lebih lama. Jack rela mati demi Rose DeWitt Bukater di Titanic karena baru saja jatuh cinta. Seandainya ia tidak mati dengan cepat, tentunya mereka akan melewati banyak rintangan yang entah akan berakhir manis ataukah malah lebih tragis. Karena orang mengatakan, perpisahan sebab maut dan perpisahan pada seseorang yang masih ada, jauh lebih mengerikan berpisah dengan seseorang yang 'ada' namun tak lagi sama.

Mungkin aku tidak pernah terluka karena cinta, tapi banyak orang yang aku sayangi terluka karenanya dalam penyesalan yang menyesakkan.

Walaupun notabene masalahnya jelas, setidaknya bagiku; pacaran.

Aku merupakan golongan orang yang tidak lagi menyarankannya karena telah melihat efek domino yang mengerikan daripadanya. Meskipun berakhir dengan pernikahan; itu sama sekali bukan tanda bahwa seorang wanita akan happily ever after karenanya.

Mungkin karena mataku di kelilingi cerita tragis yang mengerikan. Full of lies.  Meski ada yang indah, dan bukan sebuah bualan, mereka menikah tanpa pacaran, itu pengecualian yang kusaksikan daripadanya kebahagiaan.

Aku berduka untuk seluruh wanita di dunia. Rasanya ingin merengkuh hati mereka yang rapuh meski hatiku pun luruh.

Aku masih terus bertanya, apakah lelaki yang dengan tega menyakiti wanita itu manusia?

Tentu ada wanita yang menyakiti pria.

Tapi kali aku ingin membahas tentang para brengsekers yang semakin menjadi-jadi.

Setelah yang kusaksikan, aku tidak ingin menjadi berpikir generalisasi, aku percaya masih banyak lelaki baik dan beradab di dunia ini yang berbudi luhur. Tapi, aku tidak senaif itu untuk memilih denial akan kebenaran bahwasannya sebagian lelaki memang memiliki iblis dalam dirinya.

Memang wanita-wanita yang tersakiti itu juga tak sempurna; penuh kurang, nina nan papa, tapi apakah lantas mereka pantas menerima ketidakadilan dan di anggap budak belian? Di anggap dan diperlakukan seolah binatang jalang ?

Justru cara seorang lelaki
memperlakukan wanita disitu letak kehormatannya sebagai pria beradab.

Dan teruntuk wanita-wanita hancur yang semestanya lebur, masihkah ingin di butakan oleh cinta, nafsu dan angan kosong?

Sadar woi sadar!

Meski kalian bukan orang baik dan sempurna, semua orang pantas bahagia, diperlakukan dengan baik, dan mendapatkan yang terbaik.

Aku menyerah benar-benar menyerah; semoga kalian juga.

Pintar dikit ya, lelaki yang pantas dipertaruhkan adalah yang memintamu menjadi istrinya dengan adab; kata Buya Yahya; "Semua lelaki kecuali yang melamarmu ke rumah adalah buaya! Jangan di percaya! "

Blog kali ini tertulis bukan karena merasa lebih baik; tapi kepedulian pada perkembangan pikiran wanita. *eak (berasa Kartini🤓tapi aku lagi kesel banget ya sumpah.)

I'm not try to study you, i'm not graduate^^


xxii. ii. mmxxi. 

Komentar

Postingan Populer