Euforia : Does Happiness Really Exist?

 

Masih di bumi maha paradoks.

Aku hanya ingin bercerita mengenai sebuah kisah yang maha tidak penting. Mungkin bagiku atau mungkin bagimu.

Karena aku tidak peduli denganmu dan kamu juga tidak peduli denganku.

Sejatinya semua manusia memang begitu.

Mari tanggalkan topeng kita sejenak.

Ini ceritaku tentang boyband Korea. Mungkin seseorang bisa langsung muntah di tempat, membanting HP, atau segera meninggalkan tulisan tidak berguna ini-

Alkisah, ada sebuah grup boyband di negara nun jauh di sana. Negara dengan society kejam dan keras.

Ada sebuah album yang mereka keluarkan  bertajuk love yourself,  tapi anehnya, isi lagu-lagu mereka justru maha paradoks. Mereka mengeluarkan album bertajuk speak yourself, di sisi yang lain mereka juga punya lagu berjudul The truth untold-

Sungguh paradoks.

Anggota grup itu mempopulerkan sebuah kata 'I purple you' yang berarti ungu sebagai warna terakhir pelangi yang mana memiliki arti, 'aku akan mempercayai dan mencintai kalian untuk waktu yang sangat lama' tapi di sisi lain orang ini juga menulis lagu berjudul blue and grey, dan jelas isi lagunya penuh lirik ketidakbahagiaan dan rintihan memohon pertolongan.

Grup ini berjuang dari titik yang benar-benar terendah hingga kini meroket, tapi mereka tetap tidak bahagia.

Meski mimpi yang mereka gantungkan di langit semesta mereka tetap tidak bahagia walau telah meraihnya.

Mereka justru merasa semakin serakah namun tetap berakhir hampa. Mereka bertanya kenapa mereka tidak bahagia? Kenapa hidup justru semakin berat? Dan mereka berharap seseorang akan menyelamatkan mereka-

Mereka dicinta  jutaan wanita di bumi yang obsesi setengah mati namun paradoks nya mereka justru dilingkupi kesepian, karena bahkan untuk hidup normal saja terasa sulit.

Mereka orang-orang yang berjuang untuk bersinar justru berakhir menjadi lilin yang menerangi orang lain dengan melelehkan dirinya. Mereka terbang tinggi layaknya Icarus namun itu justru semakin membakar sayapnya.

Sejak awal kemunculan hingga kini, member grup ini apabila diberi kesempatan berkecimpung dalam membuat sebuah lagu selalu menyelipkan kehampaan, kesepian, ketakutan, rintihan, meminta pertolongan.

Padahal mereka terlihat memiliki semua yang orang-orang impikan.

Lalu di penghujung hari aku menyadari bahwa kebahagiaan adalah mitos.

Aku mengikuti boyband itu sejauh ini karena lirik lagu mereka yang manusiawi, yang jujur, bebas dan bertanya tentang kehidupan. Sesuai dengan pertanyaanku pada semesta. Dan malam ini aku menemukan jawabannya.

Kebahagiaan adalah mitos.

Grup itu adalah buktinya.

Kebahagiaan adalah mitos di dunia fana ini.

Dunia yang kita kita kejar, apabila kita menginginkan sesuatu, kita merasa akan bahagia setelah meraihnya, setelah merasa memilikinya, namun setelah semua itu benar-benar kita miliki, akhirnya kita kembali hampa.

Kita membayangkan apabila kita sampai pada mimpi kita tersebut kita akan bahagia, kita akan merasa euforia, realitas berkata tidak demikian.

"Semangatlah, esok akan lebih baik!"

Itu kebohongan yang nyata.

Kalimat yang tepat, "Bertahanlah, jika kamu ingin  tetap hidup. Karena hari esok akan semakin berat."

Sebenarnya, aku ingin mengatakan kepada orang-orang itu untuk menyerah mencari kebahagiaan. Karena kebahagiaan itu tidak ada. Kebahagiaan itu ilusi.

Menyerahlah dalam mencari kebahagiaan di dunia, karena kebahagiaan hanyalah di kehidupan setelah dunia, dan aku percaya itu benar.

Grup itu sungguh unik. Mereka punya anggota yang IQ-nya 148, tapi dari lirik lagunya ia tidak benar-benar bahagia. Jadi, menjadi orang pintar lantas manusia tidak juga bisa bahagia?

Mereka juga punya anggota yang sering dinobatkan sebagai pria tertampan di dunia (aku juga setuju karena dia kharismatik) tapi, akhir-akhir ini orang itu juga tak tampak terlalu bahagia. Bahkan mengaku pernah depresi, dan lirik-lirik yang ia tulis semakin terdengar menderita- lah, jadi menjadi tertampan di dunia juga tidak membuat seseorang bisa bahagia?

Dan mereka juga punya anggota yang berjuang keras untuk tetap menghidupi mimpinya menjadi seorang rapper. Orang ini pernah mencoba berbagai pekerjaan sebelum menjadi artis, bahkan pernah menjadi kurir pengantar makanan, kerja paruh waktu di toserba, hingga mengalami kecelakaan saat berkerja dan mencederai bahunya. Dari awal kemunculannya, orang ini selalu jujur berekspresi dalam musik, bercerita dalam liriknya. Tentang kekesalannya pada manusia dan perlakuannya, tentang manusia dan sifat sombong, iri, dengki dan suka menghina, suka merendahkan. Jadi ambisinya ingin menjadi kaya dan sukses. Big rings, big cars, big house sudah menjadi slogannya sejak remaja, kini dia memiliki semua itu.

Tapi, mixtape lagu buatannya, seluruh liriknya masih terdengar tidak bahagia.

Lalu, menjadi kaya dan sukses seseorang juga tidak bahagia?

"Patah hatilah terhadap dunia, maka kau akan menemukan cinta." Begitulah Rumi berkata.

Tuhan juga berkata, bahwa tempat terbaik hanya ada di sisiNya.

"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 14)

Ah, andai saja mereka tau bahwa Tuhanlah yang membuat semua itu terasa indah hanya untuk menguji manusia untuk memiliki kesadaran bahwa at the end of the day, hanya di sisi Tuhanlah tempat terbaik.

Tapi aku akan tetap memantau grup itu, kemana mereka akhirnya bermuara atas segala pertanyaan mereka, atas segala pencarian mereka atas makna hidup, atas akhir perjalanan mereka-

Apakah akhirnya takdir mereka berakhir dalam kebingungan, atau justru mampu menemukan Tuhan?

Ternyata menjadi ARMY sekalipun. menjadi seorang kpopers sekalipun, aku masih tetap diriku. dengan sudut pandang aneh. Yang tidak bisa dimengerti oleh siapapun di dunia ini.

Aku kagum dengan grup yang kalian kenal dengan BTS itu tapi di sisi lain aku kasihan dengan rintihan mereka yang terus bernyanyi dari semenjak aku hanyalah seorang remaja hingga menjadi wanita dewasa. Mereka juga menua, tapi terus saja bertanya dan bingung. Terus saja meminta diselamatkan, terus saja minta seseorang mengenggam tangan-

Kini, rintihan mereka semakin pedih. Ah, kenapa aku sangat kasihan?

Kenapa aku harus menjadi manusia yang memiliki sudut pandang berbeda?

Menyebalkan karena aku tidak bisa mengabaikan orang-orang itu terus menangis dan bertanya dalam setiap liriknya-

Mungkin hanya itu yang bisa mereka lakukan karena mereka telah menjadi manusia yang dipaksa sempurna, menjadi pria baik hati dengan senyum malaikat. Tenang selayak Budha, dan mengangguk seperti robot.

Satu-satunya kebebasan yang tersisa bagi mereka adalah seni. Dan pikiran mereka sendiri.

Seni adalah cermin yang jujur dan tidak bisa berbohong.

Seharusnya aku iri karena separuh dari kita dibandingkan mereka hanyalah sebuah kentang busuk di pasar yang tidak dipedulikan. Tapi anehnya aku justru kasihan.

Karena aku melihat dengan mata yang aneh. I am a weirdo.

Belum ada seorangpun yang bisa melihat bagaimana caraku melihat.  Aku sadar betul akan hal itu, dan perihal ini tidak pernah aku bicarakan dengan siapapun sebelum hari ini. 

Ketika aku berkata aku adalah seorang kpopers, semua orang hanya akan tertawa akan kebodohanku, memandang betapa rendahnya pola pikirku, betapa rusaknya mentalku, betapa gilanya hidupku, betapa kurang kerjaan  hal yang kusukai, betapa ateisnya diriku. Setidaknya itu respon yang kuingat.

Juga yang kuingat, tidak seorangpun pernah bertanya. Bagaimana caraku melihatnya (BTS) ? Bagaimana pendapatku tentangnya?

Sayangnya mereka tidak. Pendapatku sama sekali tidak penting di sini. Mereka sudah memiliki kesimpulan dari awal tanpa benar-benar mengenalku sebagai aku. Karena ketika aku mengatakan aku adalah seorang kpopers dan menyukai boyband itu, mereka langsung berpikir bahwa aku pasti mengagumi mereka dari segi visual, lalu orang-orang akan menghina boyband malang itu habis-habisan. Mereka akan menertawaiku karena berpikir aku akan membeli nugget (you know what i mean, right?) , maaf aku suka BTS, tapi aku tidak akan membeli beberapa nugget, karena aku tidak suka nugget. Mereka akan berpikir aku akan menghabiskan seluruh waktuku dengan menonton segala hal tentang boyband itu sebagai bentuk pemujaan dan aku tidak punya tujuan hidup. Mereka tidak pernah bertanya apa yang sebenarnya aku lakukan, apa pelajaran yang kuambil, dari sisi mana caraku melihat. 


I am a bad ARMY, bad kpopers. Tapi dengannya aku bisa menilai.. 


Dengan aku mengatakan aku seorang kpopers... 


Aku akan menilai, bagaimana cara seseorang berpikir, bagaimana cara seseorang memandangku. Lalu terkuaklah sifat seseorang sesungguhnya.. 

Mereka akan memandangku sebagai orang bodoh, tanpa pemikiran dan stigma lainnya.

I love myself. Aku suka caraku berpikir, caraku memandang dunia. Oleh karena itu aku tidak pernah benar-benar membahasnya pada siapapun. Toh, sejauh ini tidak ada yang benar-benar peduli dengan pendapat seorang kpopers. 

Mereka tidak akan mencapaiku. Karena aku adalah manusia tanpa definisi. Oleh sebab itu aku dan semua orang selama ini masih berjarak bumi dan matahari. 

Akhir kata, Hati-hatilah dalam memilih kebahagiaan dan menyerahlah untuk mencari kebahagiaan di atas bumi. Peran langit dalam kehidupan hanya memberi ketenangan. Peran kehidupan setelah mati disitulah akhir muara kebahagiaan.


XXVIII.
VI.
MMXXI.

Komentar

Postingan Populer