Euforia : Human
Have you seen what it's like out there, Murray? Do you ever actually leave the studio? Everybody just yells and screams at each other. Nobody's civil anymore. Nobody thinks what it's like to be the other guy. You think men like Thomas Wayne, men at ease, ever think what it's like to be a guy like me? To be anybody but themselves. They don't. They think we'll all just sit there and take it like good little boys. That we won't werewolf and go wild.
-Script Joker 2019
Siapa yang salah?
Dunia yang salah ataukah manusia yang salah?
Mungkin kedua-duanya, mungkin tidak. Toh, tidak ada hitam yang benar-benar hitam dan tidak ada putih yang tanpa noda. Dari awal, saya pribadi sudah memiliki kesadaran bahwa manusia semuanya berada di garis abu-abu. Semua orang adalah terdakwa hingga datangnya hari pembalasan dan semuanya akan diadili kelak.
Saya pribadi sangat percaya pada doktrin Islam itu, karena hari pembalasan harus ada, hari ketika semua manusia diadili atas perbuatan dan pilihan-pilihannya dalam hidup.
Tuhan mengatakan bahwa Dirinya yang Maha Adil. Bukan dunia selalu adil. Dunia tidak pernah adil, oleh karena itu Tuhan adil untuk mengadakan hari pembalasan kelak.
Baru-baru ini saya menonton film Parasite, film buatan Korea Selatan yang berhasil memenangkan Piala Oscar. Dan kemudian saya mencari tau 'why', atau kenapa film tersebut mengalahkan film-film keren lainnya?
Akhirnya saya sadar, bahwa film itu mampu menghadirkan penggambaran yang dibungkus satir mengenai kesenjangan hidup di Korea Selatan yang sebenarnya relate dengan dunia secara global.
Seperti di Indonesia sendiri misalnya, kemarin saya mendengar Ayah saya menonton YouTube yang menampilkan berita mengenai seorang anak di Desa Ceumpeudak , Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara yang mencuri sebuah kotak amal di masjid.
Anak itu diikat di leher dan kedua tanganya ke belakang.
Leher bocah tersebut diikat dengan tali nilon warna kuning oleh seorang pria. Sementara kedua tangannya diikat ke belakang dengan tali warna biru.
Lalu bocah tersebut diseret seperti hewan disaksikan warga dan rekan sebayanya. Bocah tersebut terlihat tak berkutik diperlakukan tak manusiawi.
See? Script Joker ketika berbicara pada Murray di film Joker 2019 adalah fakta yang ada di masyarakat saat ini, bahkan di seluruh belahan dunia, bahwa rasa humanitas dan filantropi manusia telah jatuh sejatuh-jatuhnya.
Ironisnya lagi, kejadian di Aceh Utara itu, anak tersebut mencuri karena Ayahnya sakit, selain digunakan untuk berobat, uang hasil curian itu sisanya ia gunakan untuk membeli makanan.
Manusia tidak pernah 'peduli' dan bertanya 'kenapa' dari sebuah tindakan orang lain.
Nobody thinks what it's like to be the other guy.
Script film Joker benar-benar sangat tepat untuk mendeskripsikan betapa bobroknya mindset manusia saat ini.
They think we'll all just sit there and take it like good little boys. That we won't werewolf and go wild.
Apakah bisa?
Apakah anak itu harus berdiam diri kelaparan dan menyaksikan detik-detik Ayahnya kesakitan?
Bahkan jika mencuri dilarang dalam dogma sekalipun, jangan lupakan dogma juga mengajarkan bahwa membiarkan dapur mengepulkan bau makanan, diusahakan untuk tidak membiarkannya tercium tetangga sebelah, karena siapa tau mereka sedang kesusahan.
Harusnya orang yang memiliki hati nurani menangis tersungkur mendengar kepedihan saudaranya, bagaimana mereka menghabiskan uang untuk jalan-jalan sementara orang-orang di sekitar mereka merintih kelaparan.
Itulah mengapa, orang yang banyak dititipkan harta paling lama hisabnya. Karena harta itu hanya titipan dan akan dimintai pertanggungnawaban kelak, untuk apa ia dihabiskan?
Perkara kotak amal, bukankah ide baitul mal itu pada zaman Khalifah Umar Bin Khattab ada hak fakir miskin?
Benar kata surah Al Kafirun, celakalah orang yang shalat!
Celakalah orang yang shalat lalu merasa ahli surga, merasa sebenar-benarnya manusia namun mengabaikan saudaranya yang kelaparan. Di mana mata hati anda?
Manusia semuanya sengsara, manusia menderita, ya, itu manusiawi, karena hidup di dunia adalah ujian, baik nikmat ataupun musibahnya adalah ujian, oleh karena itu apakah terlalu susah untuk berbuat lebih baik? Untuk sedikit menurunkan ego, untuk sedikit peduli melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain? Jika semua manusia dalam kesusahan, bisakah kita sedikit saja berbuat lebih baik?
Mereka kelaparan, mereka diinjak, mereka pesakitan, hidup mereka malang. Lantas apa kita akan terus menganggap mereka hanya duduk saja dan menjadi anak baik? Apakah kita tidak berpikir bahwa suatu saat kita mereka akan menjadi liar dan buas seperti werewolf?
Sekali lagi, film Joker memberikan bentuk satir yang tepat untuk meludahi betapa ironisnya bumi manusia dan persoalannya detik ini..
Seberapa jauh kita harus berjalan hingga disebut sebagai manusia?
Untuk membaca artikel tentang anak pencuri kotak amal yang diperlakukan tidak manusiawi, anda bisa klik link berikut:
https://regional.kompas.com/read/2021/05/30/060600078/curi-kotak-amal-untuk-makan-bocah-di-aceh-diikat-leher-dan-tangannya-lalu?page=1
III.
VI.
MMXXI.

Komentar