Euforia : Batas-batas (Boundaries)

 

Hello everyone!

I'm back! (Every single soul: i don't care!)

Seperti biasanya kalau aku kembali, tentu saja ada keresahan-keresahan yang aku alami. Baik itu dari diriku sendiri ataupun dari faktor eksternalnya yang mentrigger aku untuk kembali and writing.

Sebenarnya tulisan ini cuma untuk diriku sendiri, biar kayak ngerekam momentum dinamika paradigmaku dalam berpikir dan memandang sesuatu yang mana saat aku kembali jika dalam keadaan telah bertumbuh lebih baik, aku bisa lebih dalam lagi dalam berpikir dan memutuskan atau jika harus kembali membaca tulisan ini dalam keadaan di titik terendah atau hilang arah, bisa menguatkan. InsyaAllah.


Satu pelajaran yang kudapatkan dari diriku sendiri sebagai anak muda yang rata-rata masih bingung dengan banyak hal. Bias dari kemajuan teknologi dan kemudahan akses segala sesuatu membuat semua orang bingung untuk menentukan pilihan; bingung dengan banyaknya informasi dan faktor lainnya yang mempengaruhi kita semua sehingga kita :BINGUNG!


Tapi paradoksnya, life goes on. Hidup ini terus berjalan, semua manusia berlari dengan cara dan jalannya masing-masing.


Semakin bertambah usia kita berbanding lurus dengan tanggung jawab yang harus dipikul. Mau tidak mau. Dan jika kita terlalu berlama-lama dalam keadaan bingung, lalu memutuskan hanya rebahan dan scroll sosmed tanpa tujuan atau ngopi-ngopi cantik tanpa kepentingan berjam-jam; kita tertinggal.


Bukan berarti kita harus mengejar kesetaraan; membandingkan diri dengan orang yang lebih dulu melesat lalu rendah diri kemudian; tapi esensinya adalah kesadaran, bahwasannya waktu terlalu berharga untuk di sia-siakan sementara banyak hal yang bisa kita kerjakan, pelajari, selesaikan dan latih. Konsistensi adalah kunci, jika tidak ada satupun yang kita rencanakan dan leburkan dalam tindakan pasti, kita sepuluh tahun ke depan adalah apa yang kita mulai dari detik ini.


Frasa akhir dari pencarian setelah perjalanan keras yang menempaku selama empat tahun terakhir, spesialnya dua tahun terakhir yang menguras banyak hal; mengorbankan banyak hal, yang berakhir mengubah banyak hal. Menjadikanku lebih kuat dan kuat, lebih keras lagi untuk membentuk diri dari kegelapan-kegelapan dan kesuraman kutukan blue and grey yang menyelubungiku dalam kelam yang mengerikan...


"Know yourself and know your God, then, you know your boundaries."


Kenali dirimu sendiri dan kenali Tuhanmu, kau akan mengetahui batasanmu.

Yang aku rasakan setelah memulai belajar mengenal diri sendiri dan akan terus berusaha hingga akhir, aku jadi mengenali jenis-jenis emosi yang kurasakan lalu kemudian latihan dan belajar lagi bagaimana mengontrol dan menyikapinya; memang bukan jalan yang mudah; jalan yang  butuh hari-hari dimana aku membiarkan semuanya meledak, atau beberapa pilihan mengharuskanku menempuh jalan sunyi. Tapi, catat- ini jalan yang akhirnya tak akan memberikan kecewa, trauma, atau luka. Yang ada memberi hikmah serta keajaiban-keajaiban.

Kenapa penting mengenali emosi sendiri?

Aku bukan jurusan psikologi, hanya tertarik dan pernah menyimak informasi mengenai penyakit mental dalam hal ini depresi; katanya awal mula penyakit tersebut adalah dari kegagalan kita mengenali emosi sendiri sehingga semuanya menumpuk lalu menjadi penyakit yang rumit dan berbahaya.

Betapa bahaya, apalagi sebagai pemuda yang seharusnya masih di usia emas untuk belajar dan berlatih banyak hal.

Saat kita sudah mulai mengenal diri sendiri, dampaknya kita bisa meminimalisir banyak kebingungan yang tidak perlu dalam hidup; ibaratnya garis yang sebelumnya abu-abu, berubah menjadi hitam putih. Jika demikian choose your hard, jalur hitam putih sama-sama berat, nobody said it was easy, tapi jalur 'putih' itu bertaruh pada kebaikan di masa depan, sementara jalur 'hitam' kerap menimbulkan masalah baru.

Know your God. Kenalilah Tuhanmu. Aku berbicara dengan apa yang kurasakan dalam tahap mulai belajar mengenal Tuhan, walaupun manusia tidak akan pernah benar-benar mampu melakukan itu dengan pengetahuannya yang terbatas. Namun, bagiku sendiri Tuhan adalah jalan damai. Satu-satunya jalan ketenangan yang bisa menjadi moodbooster untuk stay positive. Menjadi motivasi untuk diri sendiri dalam keistiqomahan melatih suatu habits (amalan) yang baik, yang mana semua itu akan merubah hidupmu perlahan-lahan. Kita tidak akan pernah tau jika belum menerapkannya, jika belum pernah melatih diri untuk hal tersebut. So, ketika kita berani memilih untuk malas mencari informasi tentang Allah ini gimana sih sebenarnya? Kenapa begini dan begitu. Malas untuk beribadah, melakukan amalan-amalan yang baik, memaksakan diri mendengar, membaca, atau berdiskusi mengenai hal-hal tentang Allah...

Cobalah diimbangi untuk berani berjudi dengan Allah. Pertaruhkan diri untuk berani memilih jalan-jalan yang Allah terangkan melalui agama yang ia pilih sebagai way of life pada siapapun yang ingin mengikutinya; membuktikan janji Allah.

Hidupmu akan berubah.

Then, you know your boundaries. Lalu, kamu bakal tau batas-batasmu itu apa.

Benefit dari mengenal diri sendiri dan Allah tersebut, kemudian menuntun kita dalam segala sesuatu tanpa kita sadari, ketika dihadapkan pada pilihan dalam hal apapun, kita tidak berlarut-larut terlalu lama dalam pertanyaan dan keraguan, labil. Kita jadi tau batas, di mana harus berhenti, di mana harus diam, di mana harus menjauh, di mana harus tegas, di mana harus berkata yes or no.

Memang, terkadang terkesan ekstrim. But it's work, agar kita tidak berlarut dan menyia-nyiakan waktu hanya terpaku pada hal itu-itu saja. Kita harus selesai dengan diri sendiri untuk kemudian fokus pada hal-hal yang lebih besar, misalnya memberi kebermanfaatan untuk orang lain. Bukankah itu tujuan kita sebagai Khalifah?
Itu misi kita.

Apa yang didapatkan dari mulai melakukan semua itu?

Hidup jadi lebih mudah, meski ada pasang surut, ujian mental beberapa saat, tetap  akhirnya selesai tanpa drama dan menambah masalah baru. pemikiran jadi lebih sederhana, penyakit hati berkurang, hidup jadi lebih tenang dan fokus pada hal-hal yang bermanfaat.

Selamat menerapkan!

Sekian, buat diriku. Kamu harus jadi orang yang kuat di akhir zaman ini. Ingat, sekarang fakta lapangan mengutak atik logika, segala sesuatu dibuat seolah abu-abu. Hati-hati fitnah di mana-mana.

Keraslah pada dirimu sendiri. Maka dunia akan lunak. Berpalinglah dari dunia maka ia akan mengejarmu.

Sincerely,

Dayang : Tegas dan keras pada diri sendiri.

Zadita : pemimpi, eksentrik, dan random.

Dita : your crazy friend you never have before.

12 Desember 2021


Komentar

Postingan Populer