Persona : Novembersama Renjana
(Playlist: Young & Dumb - Cigarettes After Sex)
Akhirnya...
Setelah sekian lama selayak dasawarsa dalam hitunganku yang tak kasat mata, aku bisa tenang dalam naungan semesta..
Seperti aroma petrikor yang mengudara, sebagaimana euforia melihat hujan yang terasa selamanya perlahan reda,-hujan di kepalaku-
Menyaksikan netraku yang kembali mengatup dalam damai merangkul kegelapan malam setelah menghitung detik ke-n dari waktu-waktu aku menjadi hantu, -saat malam tiba-
Kematianku yang tiba-tiba, akhirnya perlahan hidup kembali, meski belum sepenuhnya.
Ritual ini terus berlanjut, menghidupkan yang telah mati, memang tepat tuk menolak semua jenis intervensi, untuk analisis segala distraksi, untuk menutup pintu, ini waktu sakral, aku dan diriku yang sedang memanggil arwah 'diriku'.
Diriku yang paling nyaman.
Diriku yang paling cemerlang.
Diriku yang mencintai dirinya.
Jadi, biarkan aku mencintai diriku terlebih dahulu. Dengan tenang. Tanpa intervensi. Tanpa dikte-dikte seolah kau dan aku vertikal, kita semua horizontal. Kau dan aku, kita belum lulus. Kebenaran belum dijatuhkan ke tanah.
Ritual memanggil arwahku sedang dalam prosesnya, bukankah semua orang memiliki prosesnya masing-masing?
Proses yang tak bisa diimajinasikan otak kecil sapiens, seumpama bertumbuhnya sebuah pohon ringkih yang lemah makin bertumbuh besar dan memiliki banyak cabang. Kau dan aku tak pernah benar-benar bisa mengetahui bagaimana proses yang terjadi di dalam dan di luar pohon tersebut. Semenjak kapan pohon itu tumbuh? Kadang, kau dan aku menyadari ketika pohon sudah mampu memberi naungan teduh atau menyediakan buah. Tapi, apakah kau dan aku benar-benar mampu mengimajinasikan seluruh prosesnya? Menjadi sipaling tau?
Aku melihat dunia sebagai lapisan-lapisan yang begitu banyak. Antara momen, ruang, dan waktu.
Ruang dan waktu yang mengungkungmu sekarang, orang-orang di sekitarmu sekarang, semuanya hanya ilusi, mereka hanya akan jadi memori.
Mereka tidak akan hidup bersama kau dan aku seperti denyut nadi atau desir darah. Everyone is gonna die, so fuck it.
Yang kupelajari setelah berusaha bangkit dari 'kematian', jangan pernah menganggap suatu keadaan yang terburuk dipandangan kau dan aku saat itu, saat ini, atau nanti, serta orang-orang sialan yang paling malas kau saksikan eksistensinya di sekitarmu, sebagai keadaan yang sesungguhnya. Semua itu nyata, tapi tidak abadi.
Semua itu hanya lapisan, satu lapisan tipis, yang normal jika kau tidak mampu mengatasinya dengan sempurna. Kau tidak harus menjadi cemerlang diantara seluruh orang di semesta ini. Kau cukup jadi dirimu sendiri dalam versi yang selalu di upgrade dan berterimakasih setiap hari pada-Nya atas KEBERADAANMU. HANYA KARENA KAU ADA.
Selamat hidup kembali..
Semoga kali ini kau tak akan pernah 'terbunuh' lagi.
Namun, 'matilah engkau mati, kau akan lahir berkali-kali'.
2 November 2022

Komentar