My Name : MAHIKA; Mendekap Luka, Menjemput Asa

14 hari di tahun 2023

-Playlist-

Sampai Jadi Debu - Banda Neira.

Seminggu penuh full nangis tiap hari tiap malam. alasannya? masih sama, baca AU Mahika. nangisin karakter bernama Aksara Mahari si kesayangan semua orang yang dicabut nyawanya oleh author dengan amat sangat tragis setelah masalah hidup Aksa yang pelik, bahkan sampai nafas terakhirnya ia terus dipeluk rasa bersalah dan dihantui mimpi buruk. tapi, setidaknya syukurlah ia punya rumah untuk berpulang yang dipinjamkan author untuk meringankan sakitnya; Sadhara Dhaneswari.. walaupun dalam proses memilikinya begitu berat dan penuh lika-liku.

Alegori setiap karakter di novel ini bukan main, begitu dalam, begitu kuat, begitu membekas. rasa sakit, trauma, keputusasaan digambarkan dengan begitu mengerikan. meskipun demikian Mahika tetap mengajarkan cinta, kasih sayang, dan ketulusan serta penerimaan.

Mahika mengajarkan jika dalam hidup selalu ada skenario terburuk yang menimpa kita, sampai-sampai kita takut pada perasaan bahagia karena menduganya adalah bom waktu yang akan meledak dan akan meluluhlantakkan setitik kebahagiaan kita hingga sirna. Mahika juga mengajarkan bahwa sebuah luka, trauma, dan kekecewaan mendalam, meski tak bisa sembuh dan kembali utuh tapi bisa diringankan dengan cinta, kasih sayang, dan diterima. semesta mungkin tidak akan pernah ramah, karena kita sedang hidup di dunia yang mana merupakan ilusi dan seperangkat ujian tanpa henti, tapi sungguh sangat indah jika memiliki seseorang untuk bertahan bersama. tapi, semua itu pinjaman belaka, pinjaman yang harus kita syukuri keberadaannya.

Cinta yang diajarkan Mahika adalah jenis cinta mampus-mampusan dan ampun-ampunan. bukan tentang kebucinan yang ditampakkan sebagai bagian manis-manisan, tapi tentang kasih sayang tingkat tinggi. cinta yang tak lagi memiliki rupa dan nama, cinta yang tak berbentuk, cinta sepasrah-pasrahnya dan jatuh sejatuh-jatuhnya. karena kasih yang dibagikan bukan lagi perkara memiliki atau pinta-pinta tapi menerima sepenuhnya meski tak tau muaranya.

Dalam Mahika, tahap menyukai seseorang itu tertarik-naksir-suka-cinta-sayang. sayang yang tertinggi karena sayang udah nggak menuntut apapun, nggak peduli apapun, kalau cinta masih tahap menuntut karena membutuhkan timbal balik yang setara. emang bener ya, sebuah hubungan antar manusia itu rumit, karena ketika kita mengizinkan orang lain untuk bisa masuk dalam kehidupan kita yang dihadapi bukan cuma dirinya, tapi dunianya. bukan bagian baik-baiknya aja tapi buruk-buruknya, kurang-kurangnya, masa lalunya, lukanya, capeknya, traumanya... semuanya.

Mahika juga mengajarkan tentang rumah.. rumah dalam bentuk seseorang. nggak sembarang orang bisa menempati posisi itu. posisi itu bukan dimiliki dengan mengemis, posisi itu bukan dimiliki dengan janji, posisi itu juga bukan dimiliki dengan pinta, posisi itu juga bukan dimiliki dengan ingin, posisi itu  bukan dimiliki dengan perencanaan, tapi posisi itu bisa dimiliki dengan proses panjang pengorbanan dan penerimaan. berjalan seperti air.  prinsip di Mahika, kita nggak harus jalan cepat tapi jalan jauh..pelan-pelan.

Mahika adalah cerita segudang trauma dan luka, kenapa begitu sakit dan menyesakkan pas bacanya? karena Mahika membicarakan realita, Mahika menampar kita dengan kebenaran yang selama ini nggak pernah kita akui, ketakutan yang nggak berani kita bicarakan, cacat yang berusaha kita tutupi,  dan keputusasaan kita yang bisu.

Terimakasih awal tahunku dipinjamkan Tuhan sebuah buku yang memberiku banyak kesadaran sebagai manusia. banyak dari Mahika yang masih menggambang dibenakku sedemikian rupa, mungkin butuh waktu selamanya untuk menguraikan kusut-kusut di kepalaku yang menggumpal.

Semoga aku bisa seberani Sadhara yang bersedia jadi muara dan rumah bagi orang lain, menjadi Aksara yang tetap menjadi anak baik setelah apa yang ia lalui dan mampu menawarkan panasea bagi setiap jiwa, memberikan asa. menjadi Deehan yang mampu menerima dan kuat bahunya dalam menjalani segalanya meski dari awal tanpa siapapun yang bisa mengiringinya membagi luka yang bungkam tak bersuara.

Setidaknya, dengan Mahika, walaupun tinggal menghitung waktunya kita pasti akan menghadapi diri kita sendiri dengan segala likunya, ada waktunya kita nggak bisa lari dan harus menghadapi segalanya. 

we are all deserves to be happy

we are all deserves to be loved

we are all enough.

Sebuah individu nggak selamanya kok ditentukan oleh masa lalunya. kita ya kita. nggak peduli apa yang terjadi dan membentuk kita saat ini. karena waktu adalah ilusi, dan kita terlahir kembali setiap detiknya dengan pemikiran yang baru, kita nggak harus melihat ke belakang untuk membentuk versi kita saat ini. ini bukan tentang masa lalu atau masa depan, tapi detik ini itu yang terpenting. 

Untuk diriku, aku tau kamu takut menghadapi skenario terburuk dalam hidup, semua orang melakukannya, setelah baca Mahika kamu harus ingat, Sadhara juga takut, Aksara juga, tapi akhirnya mereka berani untuk kembali memiliki harapan, menerima diri mereka sendiri dan menerima orang lain. dengan baca Mahika, untuk pertama kalinya kamu nggak merasa sendirian dalam berisik di kepalamu yang keterlaluan. jangan jadi jahat ya, tetap berusaha baik. ingat kata-kata Ariel Tatum ini kalau kamu mulai terdistraksi kembali, "Cinta itu selalu ada dalam diri kita. kadang ia hanya tertutupi oleh keburukan yang ada pada diri orang lain dan berakhir menyakiti kita atau karena kekecewaan mendalam yang pernah kita rasakan dan dipaksa menerima. meskipun demikian jangan mendefinisikan dirimu atas hal buruk yang pernah orang lain lakukan atau bagaimana kamu di masa lalu. jangan biarkan hal itu memengaruhi kamu dan merusak pikiran, tindakan, dan hatimu."

Belajar menerima, dan pelan-pelan saja. secukupnya saja. ada lagi satu perkataan Ariel Tatum tentang penerimaan atas segalanya yang harus kamu peluk selamanya, "Kita udah dikasi tau sama semesta harus kemana tapi di sisi lain kita harus surrender ketika yang diarahin itu bukan yang kita inginkan. Tuhan selalu tau apa yang kita butuhkan. jadi kemanapun itu, kita harus tau kesana kita harus pergi, dan kita harus berada disana. jadi, cukup kita minta dibimbing."

Begitulah seminggu ini terlewati dengan sangat aku syukuri.

14 Januari 2023













Komentar

Postingan Populer