My Name : Sadrah dalam Gaduh Bising di Kening
21 hari di
tahun 2023..
Journaling seminggu
terakhir semenjak terakhir kali update.
Seperti biasa hidup selalu menyebalkan. Kalau digambarkan emang kayak
perkataan Ali Bin Abi Thalib (sok mencerminkan perilaku pemuda muslim
Indonesia)—“Hidup itu satu hari berpihak padamu dan satu hari lagi melawanmu.”—kira-kira
begitulah seminggu ini terlewati.
Satu hari ngerasa semangat menggebu-gebu seakan bisa melewati semuanya,
seakan ada tuh harapan di depan sana, tapi pas bangun di esok hari ada aja
hal-hal yang ngedistraksi, hal-hal yang mematahkan semangat dan harapan,
seakan-akan nyuruh berhenti—tak hentinya membisiki ‘you are loser’
Saat
cuaca buruk begini, tidak ada gunanya lagi bicara kecuali pada Tuhan sambil
berusaha tetap waras dan tidak membenci diri sendiri. Karena emang sesulit itu
untuk menerima dan mencintai diri sendiri saat tidak berdaya atas apapun.
Do’anya
sekarang bukan lagi minta dipercepat atau diselesaikan, karena kembali lagi,
apapun yang terjadi memang sudah tertakdir kita harus di sini, dititik ini,
—hidup selayaknya manusia yang merasa bahagia, sedih, marah, kecewa, dan emosi
lainnya yang menandakan kita masih baik-baik saja.
Do’anya sekarang adalah
minta kelapangan hati untuk menerima keputusan Tuhan dengan meyakini semua itu
yang terbaik meski menyesakkan dan membuat pikiran kacau menjelang tidur, minta
dikuatkan agar bisa menghadapi semuanya dengan waras dalam artian nggak
ngelakuin sesuatu yang merugikan orang lain dan diri sendiri sebisanya, nggak
nambah masalah baru, berusaha tetap menempuh jalan-jalan yang baik—menjadi
golongan orang-orang yang selamat dengan apapun yang digariskan terjadi.
Do’anya minta ketenangan
pikiran untuk menemukan petunjuk dan membaca tanda dengan baik, minta kesabaran
sama semua proses yang ada dan memandang
kecil semua masalah karena punya Tuhan Yang Maha Besar. Do’anya minta bertahan
dalam kebaikan meski sendirian.
Udah nggak banyak
komentar lagi dengan apa yang dihadapi saat ini. Kalau ditanya muak ya muak,
kalau ditanya capek ya capek, tapi memang gitu kenyataannya, ada fase atau
mungkin kebenaran yang menyertai, masalah yang serupa yang sampai sekarang
belum teratasi dengan baik, atas segalanya bukan salah orang lain atau
situasi—tapi diri sendiri.
Lucky me—punya pertahanan diri yang kuat,
mampu menahan, mampu menanggung, selalu mencoba waras meski semesta memaksa
untuk gila dan terdistraksi, tapi belum dulu lah, ARMY nih bos—BTS aja anti
nyerah. Selalu nggak mau kehilangan harapan, nyoba ngambis dan tetap nyusun
berbagai goals dan nyusun to do list harian untuk tetap survive
walaupun kalau orientasi sama hasil masih nihil ya. but I love the way I
learn, how I see the world, how I dealing with evertything. Rasa sakit dari
berproses dan berjuang itu nikmat, apalagi kalau menghargainya sebagai proses
yang baik.
Pelan-pelan, yang penting
jalan jauh ya—jangan ada keputusan nyerah apalagi berhenti. Bukan lagi lomba
lari kok yang harus jalan cepat. Sabar, menerima, lepaskan semua hal-hal
negatif fokus pada yang positif. Ini bukan pertama kalinya berada di titik ini,
ini bukan apa-apa dibanding masa lalu yang pernah dilewati dengan sempurna.
Semangat, you are
always pretty when u cry, kok.
21 Januari 2023

Komentar