My Name : Things I Love So Much
67 hari di tahun 2023…
One of things I love about me is the way I love writing so much. Bukan sekali, tapi berkali-kali orang-orang melihat the way I love writing just because it’s introvert things….. I don’t think so.
Kebiasaan menulis bagiku nggak ada hubungan dengan kotak-kotak kepribadian, kalau begitu kerangka berpikirnya, tes MBTI-ku selalu ekstrovert. ENTP. Ya, walaupun ENTP adalah MBTI ekstrovert yang paling hobi cosplay introvert. Kepribadian yang digolongkan oleh ahli psikologi atau riset kampus ternama atau whatever bagiku nggak terlalu berpengaruh, karena dengan percaya diri aku bilang I know myself and no one know me well as I am. (and God).
Ngomong-ngomong tentang menulis, pas bantu ibu beres-beres rumah, aku menemukan diary yang kutulis dari usia sepuluh tahun. diary dari SD sampai SMA. itu luar biasa bagaimana aku bertumbuh. Aku selalu meromantisasi tentang menulis dan membaca, jika membaca korelasi dengan perspektif melihat dunia dengan lebih luas maka menulis bagiku adalah memenjarakan momentum.
Abadi dalam tulisan. Aku bisa mengenang diriku di momentum tertentu, dengan ruang, waktu, dan caraku memandang sesuatu di saat itu.
Satu lagi hal yang mengikatku dengan tulisan, my dad passed away when I am younger, aku nggak pernah kenal beliau orang yang seperti apa, tapi ada sebuah diarynya yang tersisa, aku tau semua ini terdengar seperti sebuah film yang terlalu indah untuk jadi nyata, tapi ya semua kisah yang tertata dalam hidupku, kurasa memang indah dan terkadang aku sendiri bertanya, is it real?
I love poem with all of my heart, akhirnya aku tau dari mana daya karsa itu muncul. My dad love poem, beliau menulis diarynya dalam bentuk puisi untuk menceritakan perasaan saat ia jatuh cinta, luka karena kecewa, atau perasaan kelabu saat merasa sedih. He just too good to be true.
See, beliau sudah tidak ada eksistensi raganya saat ini namun beliau abadi, aku yang tak mengenalnya meski darahnya ada dalam diriku sedikit mengetahui jika beliau memiliki pemikiran yang luas, literasi yang baik, memiliki hati yang sensitif, a little bit melancholic.. I guess. Beliau estetik secara alamiah.. punya cita rasa tinggi terhadap seni—beliau memiliki koleksi keramik cantik dengan gaya vintage. (I REALLY LOVE ABOUT IT).
Bahkan aku menulis blog hari ini untuk memenjarakan momentum betapa aku bersyukur terlahir di keluargaku, bersama manusia-manusia indah yang seperti puisi terperangkap dalam tubuh fana manusia. Aku ingin membuat diriku abadi dengan blog ini, untuk diriku di masa depan atau untuk siapa pun yang nyasar.
Blog ini sebenarnya adalah diaryku, diary yang kutulis dari tahun 2020. Aku suka mengekspresikan perasaan atau pemikiran, sebenarnya apa yang kutulis di blog ini juga telahku review berkali-kali di dunia nyata pada telinga tertentu yang menampung. Namun, aku hanya ingin memerangkap momentum kesadaran-kesadaran baru yang aku temukan dalam hidup menjadi selamanya di sini, tidak peduli mungkin aku akan berubah pikiran nanti, tapi detik ini aku di sini, inilah aku dan apa yang kupikirkan.
Jadi, untuk siapa pun anda manusia yang indah dengan caranya sendiri yang berada di sini membaca tulisan serampangan ini, tertarik untuk mulai memerangkap momentum mendapat ilham kesadaran dalam caramu memandang dunia dengan mengabadikannya dalam kata-kata?
Ayo mengabadi bersama, sampai jadi debu.

Komentar