My Name : Final Chapter (SkripSweet)
Finally, WE ARE AT FINAL
DESTINATION.
Mimpi akan tetap jadi mimpi kalau tanpa
usaha dan sedikit kegilaan. Setidaknya itu yang kupelajari dari penyusunan skripsi
dan dramanya.
Dulu, aku pernah bermimpi, aku akan
lulus 3,5 tahun. selama proses menjalaninya aku masih dengan diriku yang
disiplin, sampai semester 6 semua masih dalam kontrol. Tidak ada mata kuliah
yang tertinggal, tidak pernah dapat nilai C di semua mata kuliah. Seminar
proposal saat semester 6. Semua masih terlihat mungkin.
Hingga memasuki semester 7, titik
dimana aku merasa kehilangan diri sendiri. Aku kacau. Dan aku tidak pernah tau
ada sisi diriku yang sangat gelap. Aku kehilangan disiplin dan ambisi, serta semangat tumbuh dan belajar. Hanya bisa memakai prinsip stoikisme,"Alam semesta tidak pernah terburu-buru tapi semuanya tercapai."
Aku masih berpikir mungkin bisa
menyusun skripsi sambil PPL, ternyata aku salah. Ada yang namanya penyakit
mental, sakitnya sama seperti sakit pada fisik hanya saja tak terlihat.
Lalu aku menyerah…
Aku menyerah pada diriku yang sudah
gila dan tidak tertolong. Aku mengakui hanya manusia lemah yang masih perlu
banyak belajar untuk memiliki kapasitas mental yang mampu mengejar dan
memastikan banyak hal selesai dan memuaskan dalam waktu bersamaan. Aku harus
menerima itu sebagai kekurangan dan harus di upgrade lagi.
Aku memutuskan merelakan mimpi
lulus 3,5 tahun. aku menyelesaikan PPL tanpa bayang-bayang skripsi
hingga 30 november 2022.
Ada banyak hal terlewatkan dan
terasa bukan diriku yang biasanya dengan mudah membaca situasi dan menyusun
strategi, ya, aku telah menjadi manusia berbeda— yang lebih idiot.
Dosen pembimbing 1 sebut saja Pak
Y, awalnya sangat susah ditemui. Aku pikir, drama dimulai. Keadaan yang
kuhindari karena kerap mendengar pengalaman orang lain yang kuliahnya
terkendala karena dosen. Tapi, aku salah.
Faktanya, aku yang tidak berakal
panjang dan kurang informasi.
Selama desember, aku hanya bertemu
beliau sebanyak 3 kali. Untunglah beliau dosen yang sangat kiyowo. Pak Y sangat
memudahkan, beliau langsung ACC bab 1 sampai 3 skripsi, dan lanjut penyusunan
instrumen penelitian dengan satu kali revisi.
Ternyata beliau di kampus pakai
jadwal yaitu di hari selasa dan jumat karena waktu itu beliau sedang membangun
rumah dan harus memantau kinerja tukang.
Pak Y, aku tidak tau anda se-chill
itu. Pak Y selalu membalas chat walaupun kadang tidak fast respon, beliau
juga humble dan down to earth. Beliau tidak segan menelpon
mahasiswanya, beliau bisa bimbingan dimanapun, diparkiran kampus, di masjid, di
rumahnya.. beliau juga tidak segan meminta maaf dan mengabari segera jika
sedang berhalangan.
Pak Y, anda keren.
Bodohnya, aku tidak pernah tau kalau ternyata bimbingan skripsi itu tidak harus sampai dospem 1 ACC, bisa selang-seling antara dospem 1 dan 2...karena keidiotanku itu desember terbuang sia-sia, aku tidak konsul pada dospem 2 satu kali pun.
Januari, dilanjutkan konsul dengan
dospem 2, sebut saja Pak J. bimbingan dengan pak J ini sangat lucu kalau
dipikir-pikir sekarang.
Pak J, orangnya sedingin kulkas 100
pintu. Aku jarang takut pada manusia seumur hidup, tapi pak J salah satu dari
yang sedikit itu. Dulu aku pernah di usir dari kelasnya saat maba karena telat
beberapa menit. Kenangan itu membuatku ternyata sedikit trauma.
Karena pengalaman itu aku malah
membuat asumsi bodoh; “Mungkin pak J akan mengusirku lagi kalau
bimbingan tanpa chat.”
Awalnya aku chat pak J selalu
dibalas, tapi kemudian beliau cosplay menjadi Limbad. Beliau menerapkan silent
treatment dengan hanya membaca saja chat malang itu.
Aku masih tidak berani datang tanpa
janji dan aku juga tidak tau bagaimana mengatasi gaya cool pak J yang
misterius itu.
Aku hanya bisa chat setiap hari
selama 2 minggu!
Akhirnya, aku mencoba bertanya di
grup angkatan tentang siapa yang bimbingan dengan beliau, pasalnya ruangan
beliau ini di rektorat dan bimbingannya tidak terlalu banyak seperti dosen
lainnya, jadi kalau mau bimbingan dengan beliau harus siap menunggu sendiri di
tangga dan berdo’a semoga tidak kesurupan.
Salah satu bimbingan beliau yang
melihat chatku di grup akhirnya pc dan dia mengatakan ternyata Pak J sebenarnya
tidak masalah kalau datang tanpa chat.
SEE? Betapa membuat asumsi tanpa
mencari kebenaran begitu sesat dan tolol.
Setelah mendapat informasi itu
bertepatan Pak J membalas chat dengan kata-kata yang sedikit bikin ketar ketir;
“Kalau niatan bimbingan silakan datang ke kantor tapi kalau hanya sekadar wa
tak perlu bimbingan.”
Sayang sekali pak J, karena januari
telah berakhir dan aku cuma bimbingan 3 kali, sungguh angka keramat.
Dilanjutkan februari, kakak
nikahan, dan aku tidak bimbingan selama sebulan.
Akhir maret aku baru kembali
bimbingan, kali ini instrumen penelitian, Pak Y tanpa banyak kata langsung ACC,
sementara pak J, ketika melihat wajahku langsung bombastic side eyes,
offensive criminal side eyes, “Loh nggak bimbingan dari wa lagi?” katanya
menyindir. Sepertinya wajahku sudah ditandai. Tapi, sayangnya aku sudah tidak
takut lagi pada pak J, aku mulai mencoba melihatnya kiyowo.
Aku langsung pura-pura tuli,
“Gimana pak?” karena mungkin beliau tidak menyangka selain freak ternyata
aku juga tuli, akhirnya dia menjawab, “Nggak ada apa-apa kok.”
Aneh, setelah itu Pak J benar-benar
berubah jadi kiyowo. Beliau jadi mudah ditemui dan humble saat
bimbingan. Kulkas 100 pintunya mencair. Beliau juga down to earth, tidak
segan minta maaf pada mahasiswa, tidak mempersulit.
Penelitianku hanya seminggu, karena
sekolah tempatku penelitian juga kiyowo dan super baik. Dilanjutkan aku
menyusun bab 4 selama 4 malam kerja rodi bak pribumi membangun jalan
anyer-panarukan karena aku adalah owl yang bisa fokus saat malam.
Pak Y seperti stylenya yang
sangat memudahkan langsung acc, sumpah pak Y, anda tidak kalah keren dengan Jay
Enhypen bagi saya.
Pak J acc setelah satu kali
perbaikan. Lalu dilanjutkan dua-duanya langsung acc full skripsi. Jadi
penelitian + full skripsi itu hanya butuh waktu dua minggu.
Sebelum lebaran daftar sidang dan
sk sidang baru keluar satu bulan setelahnya y’all.
Lagi-lagi beruntung, penguji 1 pak
S, adalah besti pak Y, dan penguji 2, pak Z terhitung akrab juga sama pak J
karena pernah 1 ruangan.
Sidangnya tidak tegang sama sekali,
aku berpikir akan dibantai pak J, meskipun beliau pembimbing ternyata tidak,
beliau sangat happy kiyowo membawa suasana sidang jadi tidak tegang, bahkan pak
J yang aku takuti memberi nilai paling tinggi.. pak J, ternyata anda seganteng
Jake Enhypen!
Hari sidang bisa-bisanya bertepatan
dengan acara kampus di hari yang sama, dan lucunya lagi bisa-bisanya rektor
datang sementara penguji 1 yang juga pejabat kampus harus setor muka, dan
pembimbing 1 malah jadi pemandu acara. Sidang niatnya ditunda, tapi dengan gaya
ala cowok badboy tapi softboy versi wattpad bapak penguji 1 langsung datang ke
ruangan sidang.
Aku menawarkan diri, “Saya izin
untuk memberi tahu dosen lain ke bawah pak..”
“Tidak, kamu duduk saja disitu
fokus saja mau sidang biar saya kasi tau, asal penguji disini semua dengan 1
pembimbing kita lanjutkan sidangnya. Coba kamu telpon penguji 2, tenang saja
kalau dia marah, saya yang akan marahin balik!”
Asli, pak S sangat keren menyaingi
Heeseung Enhypen.
Tapi, untunglah sidang tetap
berjalan dengan lancar dan freak.
Di akhir sidang, pak Z penguji 2
berkata, “Ada satu lagi yang ingin saya bahas, coba kamu buka kata pengantar..
apa maksud KIM NAMJOON, KIM SEOKJIN dan lainnya?”
“Oh.. saya ngefans sama mereka
pak.”
“Mereka itu…. Apa..?”
“boyband pak.”
Dosen-dosen kompak berkata, “Laa
ilaahaillallah.” Seisi ruangan sidang hanya bisa mengelus dada.
Kebetulan pak Y adalah ustadz,
beliau langsung menceramahi saya dengan ayat al qur’an agar waras. Tapi
kemudian beliau berkata, “Kok nggak sekalian masukkin Jisoo-flower, lagu itu
kesukaan anak saya.”
Begitulah sidang yang sangat freak
terlaksana.
Tapi, war still not over yet.
Masih ada revisi dan baru selesai
kemarin y’all.
Pak Z sangat sibuk dan sering
sakit, masing-masing bimbingan 2 kali pada penguji 1 dan 2 baru di acc.
Itupun setelah drama bak anak
terlantar menjadi penunggu kampus dari pagi hingga sore selama 2 minggu y’all.
Tapi, Pak Z juga tidak kalah kiyowo
mendekati Sunghoon Enhypen, beliau sangat perfeksionis, tapi baik hati, dulunya
beliau duta susah balas chat, tapi sekarang sudah tobat. Beliau bahkan memberi
bimbingan di hari libur dan down to earth untuk minta maaf dan merasa
bersalah kepada mahasiswa. Pak S, juga sangat memudahkan beliau sangat fast
respon, down to earth, dan simple.
Thanks juga
kepada pak I, yang satu ruangan dengan pak Z, mungkin beliau sudah amat sangat
capek melihat muka melas para mahasiswa pejuang bimbingan yang mengantri hingga
lesehan di lantai bak fans ingin antri fansign. Beliau bertanya pada
saya, “Kamu perbaikan abis sidang ya?”
“Iya, pak.”
“Sidangnya kapan?”
“16 mei pak, udah mau sebulan,
waktu saya tinggal seminggu.”
“Coba kamu chat pak Z sekarang,
saya telpon beliau sekarang.”
Dan finally, pak Z langsung
acc tanpa cek lagi.
“Dayang, kamu langsung bapak acc.
Sini bapak ttd.”
Sumpah, pak, anda lebih kiyowo dari
Sunghoon Enhypen!!
Finally, final chapter, lulus juga 3 tahun 8 bulan. 3 bulan melebihi target🥺 Thanks
for wonderfull experiences. Dosen-dosen yang terlibat dalam prosesnya, anda
semua keren banget! Terimakasih untuk tidak meninggalkan trauma, melainkan syukur
dan terimakasih atas pengajaran bermakna bahwa sebagai manusia tidak peduli apapun
peran kita di dunia ini; stay humble and down to earth.

Komentar