My Name : As It Was
Hari ke 284 di tahun 2023.
Kunamakan tahun ini revolusi. perang antara idealis dan realistis, pragmatis atau oportunis, pesimis dan optimis, antara berisik dan tenang, ego atau pengertian, merah muda dan hitam yang saling tarik menarik. Perang yang sesungguhnya tak akan pernah berakhir—karena manusia hidup diantaranya; tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih.
aku masih menjadi paradoks, empat bulan terhitung berakhir masa-masa kuliah itu. Sekelabat seperti mimpi belaka, mendadak semuanya menjadi lampau, menjadi sekelumit ingatan yang numpang lewat. Siapa yang bersiap untuk sebuah perubahan?
Aku tidak pernah sama bahkan di satu hari ke hari lainnya, begitu mudah berubah pikiran dan pandangan, manusia paling plin-plan. Ini fase dimana semua hanya perlu cukup dijalani tanpa banyak tanda tanya. Tidak begitu buruk tapi juga tidak begitu baik, tiap fase ada kurang dan lebih.
Kabar baiknya, aku lebih suka versi diriku yang sekarang, yang lebih fokus pada diri sendiri setelah sekian purnama terlantarkan, terabaikan. The theme of my life during this time is trying not to force anything. Aku berjalan pelan, dijalurku sendiri. It’s doesn’t matter again what other people think about me, they’re never be me and never understand me, I don’t need that too. They are their, I am me. Yang berarti sekarang bagaimana aku menghargai diriku sendiri.
Kalau kamu merasa kamu paling mengenal dirimu dan harusnya memang begitu, kamu tidak akan tergoyahkan oleh beragam perspektif orang lain tentangmu. Bagaimana dunia sebenarnya ingin mendandanimu dengan apa yang mereka inginkan, berlepaslah dari stigma “harus dan seharusnya” selagi kamu tidak berbuat kerusakan dan jadilah profesional. Hargai batasan yang kamu buat untuk dirimu sendiri, tidak masalah untuk memilih dan memilah orang-orang yang pantas melihat sisi-sisi tertentu dari dirimu.
Banyak yang kupelajari dari tahun morat-marit ini, tahun pontang panting beradaptasi dengan berbagai perubahan di segala aspek kehidupan. I am not special person, but I am trying my best with my own path. Tahun ini penuh keajaiban, jalan terbuka lebar, hanya cukup menjalani saja.
Terhitung hari ke 284 di tahun 2023, I am so proud of myself, yang bertempur sendirian, with my own choices over everything. Realizing I am one of luckiest person on earth. Life more beautiful again, keindahannya bukan seperti berjalan diantara guguran bunga sakura yang meledak-ledak, tapi ketenangan pelan-pelan dan aku merayakan diriku dalam diam.
Aku telah jatuh cinta pada sunyi. Tidak banyak lagi kata yang ingin aku ungkapkan, aku sedang mogok bicara, sedang mogok berusaha menyenangkan semua orang. Prioritasku sekarang adalah diriku, obsesi gilaku, aku sedang tidak ingin banyak berpikir karena ini saatnya merayakan. Tahun yang sempurna untuk menari di bawah naungan langit imajiner di kepala. Mengganti genre music kesukaan, mengganti bias, mengganti warna kesukaan, mereset ulang semuanya. Tapi, pelan-pelan. Ini benar-benar kabar baik.
Hidupmu adalah milikmu, jangan biarkan situasi, orang lain, atau apapun itu merusaknya. Only believe on yourself. Dunia tidak perlu tau. Keep silence and go hard, rockstar.

Komentar