My Name : Last Day on 2023
Last day on 2023—
2023, tahun di mana aku merasakan banyak emosi. Aku hidup. Kalau digambarkan dalam tabel fluktuatif sepertinya panahnya akan turun naik dengan sangat brutal. Tahun rollercoaster. Unpredictable. Amazingly, surprisingly, crazy—definitely.
Berbicara tentang akhir pasti dimulai dengan awal. Awal tahun ini dimulai dengan vibes yang lumayan baik. Segala racun di tahun sebelumnya direset dengan sebuah buku yang berperan penting untuk mengubah paradigma berpikirku—mahika, mahika will always be my top ten of my favorite books ever.
Saking berubahnya, MBTI yang awalnya ENTP sempat berubah menjadi INFP. Kata seorang teman, perubahannya seperti dari ibu tiri menjadi ibu peri.
Aku yang semula selalu berapi, 2023 memadamkan dengan air kesabaran.
Aku yang penuh dendam membara, 2023 mengajari kesabaran.
Aku yang dikuasai ambisi, 2023 mengerti arti ikhlas dan menerima.
Jika sebuah tema bisa mendefinisikan seluruh cerita, kuhargai 2023 adalah tahunnya aku diajarkan Tuhan untuk menerima dan ikhlas—untuk hidup selaras, untuk hidup penuh kesadaran dan menjaga waras.
Meskipun tahun ini kadang mengguncangku dengan badainya yang tiba-tiba, aku mengerti tanda-tandanya. Bahwa segalanya, entah andai atau ingin semuanya harus tunduk pada kadar yang telah ditentukan.
Tahun ini segala sesuatu seperti sebuah paradoks yang menjadi tanda tanya besar dalam ilmu filsafat. Blessed-cursed. Tapi aku mengerti, tahun ini aku benar-benar merasakan kasihnya, tergambar melalui tanda-tanda seolah ia menjelma ke dalam sosok pahlawan seperti di film-film yang selalu datang di last minute dan mengubah segala yang hitam, yang busuk, yang tak layak menjadi indah dan segala negativity yang sebelumnya berkuasa, menjadi tak bermakna dan memiliki tenaga untuk berkuasa.
Aku puas, aku menjalani hidup dengan baik tahun ini, aku selamat, aku selaras.
Aku benar-benar mendapat berkat bernama awareness, kesadaran bahwasannya saat ditimpa musibah, atau mungkin untuk hidupku ini bisa disebut beberapa kerikil saja, aku tau kedepannya segalanya akan lebih mudah, bahwa aku sedang berada di fase dalam tempaan, sedang menjalani tes, semuanya hanya hari yang buruk yang sangat tidak sepadan membuatku bersedih.
Aku sungguh mendapatkan semua yang aku inginkan tahun ini.
Ya, setelah aku melihat ke belakang, wah, aku ternyata menjalani hidup yang aku doakan. Semuanya sungguh jadi nyata walaupun tidak sesempurna yang aku pikirkan. Namun, that’s okay, jika kartu keberuntunganku selalu aku gunakan bukankah aku patut evaluasi, apakah ia membiarkanku? Apakah ia tidak peduli lagi padaku? apa aku masuk golongan orang yang istidraj? Dengan pemikiran itu, aku si orang gila yang bisa tersenyum bak joker saat tertancap beberapa kerikil selama 2023, ternyata ia mengawasiku, ia bersamaku, ia memperhatikanku, itu poin utamanya.
Kerikil yang menancapku tahun ini hanya sebagai teguran kalau aku tidak boleh lalai, aku harus berusaha menjalani hidup dengan sadar, dengan hidup di saat ini, waktu ini, detik ini—present. Juga mengajariku untuk menerima ketentuannya, kita punya rencana, tapi dia maha segalanya. 2023 mengajariku untuk menjadi manusia, untuk bijak mengedepankan logika namun tidak melupakan rasa dan karsa, untuk menjadi kind, but with boundaries. 2023 mengajariku untuk tidak berlebihan. self control is a power, only believe on yourself is a brave things and a way to be confidence, to be an authentic soul. Capability to take care of yourself, learn how to control addiction, organizing a routine, try to stop eating unhealthy foods, managing habits- beberapa kesadaran yang menunjukkan beberapa progress kecilku di tahun ini.
Aku benar-benar keluar dari zona nyaman di 2023- selamat terlahir kembali sepenunhya di 2024, Dita!

Komentar